Selasa, 03 Juli 2018

Nikunotoriko, Restoran Yakiniku Bernuansa Hutan dan Gua Yang Natural!

Tokyo tidak memiliki kekurangan restoran yang luar biasa dan unik yang menawarkan setiap jenis makanan yang bisa dibayangkan. Sebuah tempat kuliner terkenal di dunia, kota ini memiliki sesuatu yang mengesankan semua orang, dan sekarang, itu termasuk restoran dengan suasana yang tenang, terinspirasi oleh alam di jantung distrik Roppongi modern yang melayani pengunjung dengan pilihan daging panggang yang lezat di hutan dalam ruangan yang menakjubkan.
Lokasinya hanya tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Roppongi di jalurToei Oedo, Nikunotoriko buka setiap hari untuk makan siang dan makan malam yang menyajikan yakiniku, makanan khas Jepang yang berupa potongan-potongan kecil daging dan sayuran yang dimasak oleh pelanggan diatas panggangan meja. Restoran ini juga menawarkan hidangan dari dapur, termasuk Kimchi, Bibimbap,Bibimbab yang dipanggang diatas batu, sup telur yang lembut, salad dan ayam goreng, dan bahkan termasuk mencicipi 10 menu spesial yang terdiri dari daging premium dari Jepang, dengan harga 6000 Yen per orang.
Terdiri dari dua lantai di bangunan yang baru dibangun, Nikunotoriko menampilkan desain interior yang membuat pengalaman bersantap yang benar-benar unik bagi pelanggan. Tema ini mengikuti alam, lantai pertama seperti gua yang terinspirasi oleh Antelope Canyon di Arizona dengan mortir buatan tangan dan cat. Sedangkan lantai kedua memiliki tempat duduk semi privat yang menciptakan suasana di dalam hutan yang tenang.
Di rancang oleh kantor arsitektur Ryoji Iedokoro, restoran ini juga memiliki ruang barberque dengan atap terbuka, dimana para tamu dapat menikmati makanan di bawah bintang-bintang.

Source : Lonely Planet

#articles #japan #culinary #traveling #tokyo #roppongi #yakiniku #restaurant #naturaltheme
Aizawa Kousaku
Aizawa Kousaku

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar