Jumat, 01 Juni 2018

Menyesal Keluar dari AKB48, Miki Nishino Kini Bekerja Sebagai Pegawai Restoran

Kelulusan idol sangatlah umum di dunia industri hiburan, dan banyak dari mereka yang lulus karena keputusannya sendiri. Ada beberapa anggota idol group yang lulus dan hidup berbahagia, namun ada juga yang menyesali keputusannya tersebut. Seperti Miki Nishino, yang awalnya bergabung dengan AKB48 pada tahun 2012 sebagai anggota generasi ke-14. Ia bergabung bersama kelompok selama 5 tahun sampai lulus pada bulan Maret 2017.


Setelah kelulusannya tersebut, ia berusaha melanjutkan karir idol-nya dan bergabung dengan perusahaan Twin Planet Entertaiment. Sayangnya, ia tidak memperoleh cukup uang untuk biaya hidupnya, sehingga ia bekerja paruh waktu di restoran BBQ.

Nishino bekerja sekitar 3 hari dalam sehinggu dan menghasilkan 1.000 yen per jam. Ia mengeluh bahwa sebelumnya ia selalu tampil di Budokan dan Tokyo Dome, namun sekarang ia melakukan hand shake bersama pelanggan secara gratis.


Nishino mungkin tidak masuk dalam ranking teratas di senbatsu AKB, namun uang yang ia hasilkan cukup tinggi. Dalam pemilihan senbatsu ke-8, ia berada di posisi ke-61.

Sebagai anggota AKB48, ia tinggal di sebuah apartemen bagus yang berada di daerah Shinagawa, dan tidak memiliki masalah besar untuk membayar sewanya sebesar 210.000 yen/bulan. Namun, setelah lulus, Nishino harus menurunkan standarnya, dan kini ia tinggal di sebuah kamar  yang memiliki biaya sewa 80.000 yen/bulan. "Bak mandi di tempatku saat ini tidak bisa memanaskan air secara otomatis, itu sangat menyebalkan!", katanya.

Meski ia mungkin tidak puas dengan keadaaan hidupnya saat ini, namun setidaknya ia mengatakan bahwa ia cukup senang bekerja di restoran BBQ.

Source : Japanese Station
#article #japan #culture #lifestyle #idol #idolgroup #akb48 #mikinishino
Aizawa Kousaku
Aizawa Kousaku

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar